Laman

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Diklat PKG - PKB MKKS SMPS Kabupaten Malang 2013


Minggu sampai dengan selasa siang, 12 - 14 Mei 2013, MKKS SMPS Kabupaten Malang menyelenggarakan Diklat Penilian Kinerja Guru (PKB) dan Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB) yang bertempat di Resort Jambuluwuk Kota Batu. Peserta diklat adalah perwakilan guru dari seluruh SMP Swasta di Kabupaten Malang (sebagian besar dengan tugas tambahan kepala sekolah, maupun waka) yang berjumlah sekitar 130 peserta. Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Dinas Kab. Malang Bapak H. Edi Suhartono pada pukul 19.00, meskipun acara sudah dimulai sejak pukul 14.00.

SMP PGRI 04 Kromengan diwakili oleh bapak Setiyo budi, bersama dengan teman - teman guru dari wilayah kromengan, Bapak Suprianto dari Darmawanita Kromengan dan Ibu Sih Widayanti dari YBPK Peniwen. Sebagaimana kegiatan diklat pada umumnya, peserta diwajibkan mengerjakan tugas - tugas yang berkaitan dengan materii yang telah diberikan oleh para pemateri yaitu bapak / ibu pengawas SMP Kabupaten Malang.

Kegiatan berlangsung lancar dan aman dan ditutup oleh Ketua MKKS SMPS Kab. Malang bapak Suntoro pada hari selasa pukul 11.00. Setelah kegiatan diklat, peserta bersiap kembali ke sekolah masing - masing dengan membawa ketrampilan dan pengetahuan tentang penilaian kinerja guru dan pengembangan profesi berkelanjutan yang direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan November 2013.



--
Posting oleh Blogger ke SMP PGRI 4 Kromengan pada 5/15/2013 07:19:00 AM

Minggu, 21 April 2013

Mendikbud: Prinsipnya, Siswa Tidak Akan Rugi

BANAR FIL ARDHI Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh saat diwawancarai KOMPAS.com, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (19/12/2011). KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan bahwa penanganan segala kendala yang terjadi dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tidak akan merugikan siswa, khususnya pada hasil ujian masing-masing siswa.

"Kalau ada yang mengalami kesulitan atau kendala selama pelaksanaan UN pasti akan segera ditangani dengan baik oleh panitia pelaksana. Yang penting prinsipnya dalam penanganan masalah yang muncul tidak merugikan siswa," kata M. Nuh dalam acara inspeksi pelaksanaan UN SMP di Jakarta, Senin.

Salah satu tindak penanganan kendala pelaksanaan UN yang telah dilakukan, lanjutnya, adalah penyelesaian pembuatan soal UN SMP untuk 11 provinsi yang sebelumnya mengalami penundaan UN SMA setelah ditangani oleh PT Ghalia Indonesia Printing, sudah dibantu oleh beberapa perusahaan percetakan lainnya yang terlibat dalam proyek penyediaan soal-soal UN 2013.

"Setelah kami pelajari kasus kemarin dengan keterlambatan seperti itu, menurut analisis kami PT Ghalia tidak mungkin sanggup menyelesaikan soal SMP tepat waktu. Oleh karena itu, kami putuskan untuk menyerahkan penyelesaian soal kepada beberapa perusahaan percetakan lainnya, PT Temprina, PT Jasindo dan PT Pura Baru Tama," jelasnya.

"Dalam waktu tiga hari itu kami melakukan penanganan darurat. Kami (Kemendikbud) tidak melayani panggilan atau pertanyaan sebab harus fokus menyelesaikan masalah itu dengan baik," lanjutnya.

Sementara itu, terkait adanya lembar naskah soal dan jawaban yang terlalu tipis, dia mengatakan pihak panitia UN sudah memiliki standar tertentu dalam menangani persoalan itu.

"Misalnya, soal pemindaian kertas jawaban untuk penilaian, ini ada SOP-nya. Sebelum kami scan, kami cek dulu apakah kertasnya terlipat, tergeseknya terlalu tebal, atau tidak. Dari situ panitia punya kewenangan untuk memisahkan agar diperiksa secara terpisah, dan kami percaya tidak akan tertukar karena dikawal terus," kata Nuh.

Selanjutnya, dia menyampaikan tentang terjadinya kekurangan naskah soal pun sudah ada standar penanganan yang akan dilakukan oleh panitia pelaksana UN 2013.

"Sudah ada SOP-nya dalam satu amplop soal ada isinya 20, tetapi dilebihkan satu lagi untuk cadangan. Jadi, kalau soalnya kurang mestinya di sekolah bisa diambil dari cadangan. Kalau masih tidak cukup juga, bisa difotokopi dengan dikawal tiga pihak, yakni dinas pendidikan, kepolisian, dan perguruan tinggi yang menjadi pengawas," katanya.

Ketika ditanya tentang kesalahan pendistribusian soal yang terjadi di beberapa tempat, Mendikbud menilai hal itu sebagai kesalahan teknis yang biasa dan dapat segera diselesaikan.

"Ya kalau salah kirim, harus ditarik kembali. Itu biasa saja, yang penting diantisipasi sesuai SOP. Disinilah peran dinas pendidikan di kabupaten dan kota, kalau sewaktu naskah ada yang kurang atau tertukar segera bisa diatasi," ujarnya.

Tak perlu dibesar-besarkan

Pada kesempatan itu, Mendikbud juga menegaskan bahwa dirinya adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk penyelesaian persoalan dalam ujian nasional tahun ajaran 2012-2013 itu.

"Saya kan sudah jawab, yang paling bertanggungjawab itu saya. Waktu UN SMA kan ibarat kapal itu mau karam, saya tidak mau saling tunjuk siapa yang paling bertanggung jawab. Saya ambil alih dulu, baru setelah ’kapal’ ini bisa berjalan normal lagi, tanggung jawab tadi kami bagi kembali sesuai porsi masing-masing," ungkapnya.

Dia juga meminta kepada masyarakat dan pihak lainnya untuk melihat permasalahan pelaksanaan ujian nasional sebagai hal yang dapat sebenarnya dapat diselesaikan dan tidak perlu dibesar-besarkan.

"Kami hindari adanya ’cekungisasi’ atau ’cembungisasi’ terhadap persoalan UN ini, tapi kami ingin semua ini diolah menjadi ’lensa datar’. Jadi, masalahnya tidak dibesarkan ataupun dikecilkan, harus apa adanya," ujar M. Nuh.

Sebelumnya, Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak persiapan pelaksanaan UN tingkat sekolah menengah pertama di wilayah Jakarta Utara.

"Pada pagi hari ini, saya berharap ujian nasional untuk SMP dapat dilaksanakan dengan lancar. Kita doakan semoga anak-anak bisa mengerjakan soal-soal UN dengan baik," katanya.

Dia meminta pelaksanaan ujian nasional SMP itu dapat dikawal dengan ketat dan baik agar tidak ada siswa yang melakukan tindak kecurangan selama mengerjakan ujian.

"Saya mohon agar pengawasan dapat dilakukan dengan seksama agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UN SMP ini," ujarnya.    

Dia juga sempat bercengkrama dengan beberapa siswa SMP Negeri 30 Jakarta yang sedang menunggu waktu dimulainya ujian. Dalam inspeksi pelaksanaan UN sekolah menengah pertama itu, Mendikbud mengunjungi SMP Negeri 30, SMP Negeri 95, dan SMP Al-Khairiyah. Mendikbud juga menekankan pentingnya kejujuran dan kepercayaan diri kepada para siswa dalam mengerjakan soal ujian.

"Kita semua harus jujur pada diri sendiri ketika mengerjakan soal, konsentrasi pada soalnya sendiri. Tidak perlu melihat soal temannya karena soalnya pasti berbeda," kata M. Nuh.

Ujian nasional SMP akan dilaksanakan secara serentak mulai dari Senin, 22 April hingga Kamis, 25 April dengan empat mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia pada hari pertama, Bahasa Inggris pada hari kedua, Matematika pada hari ketiga, dan IPA pada hari keempat.

 

Sumber :
Editor :
Caroline Damanik

Sabtu, 20 April 2013

Tren Teknologi 2012

Oleh : Yendri Ikhlas Fernando

posted at : kumpulan materi TIK

Saat ini sangat penting untuk membahas perkembangan teknologi yang terjadi dewasa ini termasuk tren-tren yang muncul ke permukaan. Karena teknologi sudah merupakan bagian penting dalam sisi kehidupan manusia. Teknologi bukan lagi sebuah gaya hidup, namun sebuah kebutuhan. Teknologi berkembang pesat. Sadar atau tidaknya kita. Dari masa ke masa teknologi megalami kemajuan yang drastis. Kemajuan ini mendatangkan tren sendiri-sendiri.

Fujitsu Indonesia dalam sebuah riset tentang tren teknologi pada tahun 2012 mendapatkan 12 tren yang akan mengubah wajah teknologi masa sekarang, 3 yang terpenting diantaranya adalah Cloud Computing, Mobile dan Social Network. Achmad Sofwan  sebagai Presiden Direktur Fujitsu Indonesia berkata, “Teknologi mobile, layanan Cloud, dan media sosial akan mendatangkan perubahan. Tren-tren itu akan mengubah cara bisnis masyarakat.” Namun ternyata yang paling menjadi tren dunia saat sekarang ini adalah bisnis online yang pemasarannya banyak menggunakan social networking, mobile, dan teknologi cloud computing. Berikut ini sejumlah data yang menguatkan argumen tersebut.

Data Subjektif

  • Arnold Sebastian Egg pendiri Tokobagus.com pada 8 Februari 2012 mengatakanjumlah pengunjung toko online mencapai 10 juta pengunjung per minggu, angka pengunjung ini masih jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah pengunjung 14 mal besar di Jakarta yang rata-rata cuma dikunjungi 35 ribu pengunjung setiap harinya. Dan menurutnya ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu pusat bisnis dunia, terutama bisnis online, khususnya e-commerce.

  • Zhar Hasyim Direktur E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menuturkan, potensi pasar bisnis e-commerce tahun ini bisa mencapai Rp 330 triliun sehingga cukup potensial. Diperkirakan baru berkisar Rp 30 triliun. [Sumber]

  • Pengamat e-commerce Purjono Agus Suhendro mengatakan tumbuhnya bisnis ini di Tanah Air tidak lepas dari terus meningkatnya pengguna internet dan mobile data. Berdasarkan data Frost and Sullivan, tahun lalu di Indonesia terdapat 67 juta pengguna yang terkoneksi dengan mobile data dan jumlahnya bisa meningkat menjadi 167 juta pada 2016.

Data Objektif

  • Transaksi online Indonesia mencapai USD 4,1 Miliar atau 20,5 % lebih tinggi dari tahun ke tahun (year on year). Berdasarkan data, penetrasi pengguna internet Indonesia mencapai 29,7 dalam periode 2010-2015.[Sumber]

  • Indonesia merupakan pecandu twiiter teraktif di dunia yang percepatannya mencapai 20,8 % Berdasarkan data 2010 Indonesia menduduki peringkat No. 1 membawahi Brazil dan Venezuela. Hal ini didukung perangkat mobile yang kerap digandrungi oleh masyarakat Indonesia dan bahasa inggris yang sudah menjadi bahasa lumrah bagi masyarakat Indonesia.[3] Sehingga hal ini membawa Indonesia menjadi pengguna twitter No.1 terbanyak di Asia Tenggara membawahi Jepang dan India dengan total pengguna 5.616.000.

  • Indonesia menjadi negara pengguna Facebook terbesar ke 4 di dunia dibawah Amerika Serikat, Brazil, dan India dengan total 47.512.420 akun atau 19,55% dari penduduk Indonesia.

Berbagai fenomena tersebut mengubah pemahaman masyarakat dalam berbisnis menggunakan internet. Kemajuan teknologi mengubah persepsi masyarakat bagaimana mengelola suatu bisnis, memasarkan, membeli atau menjual kembali barang dagangannya atau yang sejenis dengan itu. Salah satunya dengan memanfaatkan social networking sebagai toko.

Diantara kemajuan teknologi yang banyak membantu manusia adalah internet. Dengan internet, kita berpeluang besar untuk meningkatkan kapasitas perdagangan maupun keuntungan yang didapat. Perdagangan kita bisa disebarluaskan kepada semua orang yang terhubung ke internet. Data terbaru pengguna internet sudah mencapai 32,7 %  dari penduduk dunia yaitu lebih 2,267 Miliar naik 528,1 % dari data tahun 2000 yang hanya berkiar 360 juta penguna.[Sumber]

Nah, kita sekarang ini berpeluang besar untuk dapat menjadi pelaku bisnis sukses dengan semua kemudahan yang ada.

Materi ini saya sampaikan dalam sebuah paper perlombaan Informatics Award 2012 yang diadakan Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.


Sources :

http://yendrifernando.wordpress.com/2012/11/10/tren-teknologi-2012/

http://ilmukomputer.org/2012/11/10/tren-teknologi-2012/



--
Posting oleh Blogger ke TEKNOKASTIK pada 11/12/2012 09:50:00 PM